Pelaku Penabrakan Truk ke Pasar Natal Berlin Ditembak Mati di Italia

0
77

Alex Poucher

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Anis Amri, tersangka utama insiden penabrakan truk ke Pasar Natal di Berlin, ditembak mati oleh aparat Italia di Kota Milan. Dia ditembak setelah menyerang petugas ketika polisi lokal yang menghentikan mobilnya. Informasi penembakan Amri dibenarkan oleh Menteri Dalam Negeri Italia Marco Minniti.

Pemerintah Italia menggelar jumpa pers, Jumat (23) malam waktu setempat terkait status Amri. Pria 24 tahun asal Tunisia sedang mengendarai mobil, kemudian dihentikan polisi di kawasan Sesto San Giovanni pukul 03.00 pagi waktu setempat. Pemeriksaan tim lalu lintas itu sebetulnya rutin saja. Namun, ketika diminta menunjukkan surat-surat, Amri malah mengambil pistol dari jok kemudian menembak petugas.  

Satu polisi lalu lintas, Cristian Movio, tertembak, tapi tidak fatal. “Dia kini sedang menjalani pemulihan di rumah sakit,” kata Minniti. Rekan-rekan Movio kemudian balas menembak, menewaskan Amri.

Minniti menyatakan Amri sudah dipastikan sebagai tersangka serangan truk di Berlin yang menewaskan 12 orang dan melukai hampir 50 lainnya. “Tidak diragukan lagi, dia tersangka utama,” ujarnya.

“Kami memperoleh informasi bahwa dia menjadi salah satu orang paling diburu di Eropa beberapa hari terakhir, aparat di lapangan berhasil mengidentifikasi, dan menetralkannya. Artinya, sistem keamanan Italia berjalan baik,” imbuh Minniti.

Pemerintah Jerman baru kemarin lusa mengumumkan bila insiden truk menabrak kerumunan orang sebagai aksi terorisme. Aparat memperingatkan bahwa Amri membawa senjata api. Media-media Italia mengutip sumber pejabat pemerintah, menyatakan bahwa Amri kabur ke Italia, melalui rute Chambery di Prancis.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, berterima kasih pada kerja keras kepolisian Italia, sehingga pelaku bisa dilumpuhkan. Merkel menegaskan tewasnya Amri tidak menghentikan investigasi yang sedang dijalankan kepolisian Jerman, yakni mencari tahu apakah pria itu mempunyai jaringan dalam melakukan teror.

“Kami akan menuntaskan setiap aspek yang belum terjawab dari kasus ini,” kata Merkel.

Kepolisian Jerman sedang menghadapi kritik tajam dari masyarakat atas serangan pasar Natal di Berlin. Padahal Amri adalah sosok yang sejak lama masuk dalam daftar pengawasan intelijen antiteror di Eropa. 

Amri pertama kali menginjakkan kaki di Jerman pada 2011. Dia terlibat beberapa kali dalam kasus pelanggaran hukum, sehingga terancam dideportasi. Namun otoritas imigrasi Jerman tidak bisa memulangkannya ke Tunisia, karena Amri tidak memegang paspor atau kartu identitas lainnya.

Media massa Jerman menuding kepolisian tidak bersikap profesional walaupun tahu Amri berpotensi menjadi pelaku teror. Kecaman bermunculan, setelah muncul rekaman CCTV menunjukkan Amri masih sempat mampir ke Masjid Jami Berlin setelah melakukan teror di Breitscheidplatz.

Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan truk di Berlin. Amri diduga berbaiat kepada ISIS setahun belakangan. Situs propaganda Amaq yang mempromosikan pandangan ekstrem pasukan khilafah, mengunggah video menunjukkan Amri menyatakan kesetiaan pada Khalifah ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. ISIS beberapa kali menyerukan pada para simpatisan agar melakukan serangan terhadap kaum “kafir” dengan cara apapun, termasuk menggunakan kendaraan bermotor untuk ditabrakkan ke kerumunan orang. Dalam video yang disebar Amaq, Amri menyatakan akan melakukan aksi teror sebagai balasan terhadap negara-negara “salibis yang membom warga muslim Timur Tengah setiap hari.”

Click to view the original article on VICE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here